Mengenal Perayaan Cap Go Meh

Istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkien. Sedangkan dari segi bahasa, arti Cap Go Meh secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama (Cap = Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam). Cap Go Meh (Hokkien: 十五暝) merupakan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia.

Ilustrasi Budaya Tionghoa dalam menyambut Cap Go Meh..
Ilustrasi Budaya Tionghoa dalam menyambut Cap Go Meh.

Cap Go Meh merupakan rangkaian dari Tahun Baru Imlek dirayakan 15 hari setelah Imlek.

Sejak Presiden Abdurrahman Wahid, mulai tahun 2000 kepada masyarakat Tionghoa untuk diberikan kebebasan untuk menganut agama, kepercayaan, dan adat istiadatnya termasuk merayakan Upacara-upacara Agama seperti Imlek, Cap Go Meh dan sebagainya secara terbuka.

Pada hari Cap Go Meh, tanggal 15 Imlek saat bulan purnama, Umat melakukan sembahyang penutupan tahun baru pada saat antara Shien Si (jam 15:00-17:00) dan Cu Si (jam 23:00-01:00). Upacara sembahyang dengan menggunakan Thiam hio atau upacara besar ini disebut Sembahyang Gwan Siau (Yuanxiaojie). Sembahyang kepada Tuhan adalah wajib dilakukan, tidak saja pada hari-hari besar, namun setiap hari pagi dan malam, tanggal 1 dan 15 Imlek dan hari-hari lainnya.

Di beberapa kota di Indonesia, Cap Go Meh dimeriahkan dengan festival. Kota-kota yang biasanya memeriahkan Cap Go Meh dengan festival diantaranya : Jakarta, Pontianak, Bogor dan Yogyakarta. Diharapkan dengan perayaan Cap Go Meh dapat dijadikan sebagai moment toleransi antar umat beragama di Indonesia. 
Mengenal Perayaan Cap Go Meh Mengenal Perayaan Cap Go Meh Reviewed by Ghost Ships on 9:24:00 PM Rating: 5
Powered by Blogger.