Kawah Kamojang merupakan salah satu dari sekian banyak tempat wisata favorit di Garut, bahkan di Jawa Barat. Secara administratif kawah ini masih termasuk di kawasan Bandung, namun karena posisinya yang lebih dekat dengan Garut, maka banyak yang mengenalnya sebagai tempat wisata di Garut. Jarak dari pusat kota Garut sekitar 26 km.
 |
| Kawah Kereta Api di Taman Wisata Alam Kamojang |
Kawah Kamojang terletak di ketinggian 1.730 mdpl pada koordinat S7.14060 E107.80164. Kawah Kamojang merupakan sumber dari panas bumi yang telah dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga panas bumi yang dikelola oleh PT Indonesia Power.
PLTP Kamojang ini merupakan PLTP yang pertama di Indonesia dan diresmikan oleh presiden Soeharto pada tahun 1983. Sebenarnya tidak semua panas bumi yang berada di tempat ini digunakan untuk pembangkit listrik, sebagian dimanfaatkan untuk menjadi objek wisata, seperti Kawah Manuk dan Kawah Kereta Api.
Perjalanan menuju Kawah Kamojang bisa ditempuh dari dua rute yang berbeda, yaitu dari pusat kota Garut, dan dari kota Bandung. Rute yang terbaik adalah dari kota Garut, karena jika mengambil rute dari Bandung, jalan yang ditempuh sebagian besar akan menanjak serta banyak tikungan-tikungan tajam. Konsentrasi ekstra sangat diperlukan kalau Anda memilih rute dari Bandung ini.
Sedangkan rute dari kota Garut relatif lebih nyaman dan sepanjang perjalanan kita tidak akan bosan karena terdapat pemandangan pedesaan yang hijau dan asri.
 |
| Rute menuju TWA Kamojang dari arah Garut |
 |
| Vertical profile rute menuju TWA Kamojang dari arah Garut, nampak gak terlalu curam |
 |
| Perbatasan Kabupaten Garut dengan Kabupaten Bandung |
Kawah kamojang merupakan kawah gunung berapi yang masih aktif, hal ini ditandai dengan adanya gemuruh uap yang dihasilkan keluar dari perut bumi. Pada awal memasuki kawasan ini, pemandangan yang tak biasa ditemui yaitu banyak pipa-pipa besar yang berujung pada beberapa bangunan. Pipa tersebut adalah bagian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dikelola oleh PT Pertamina dan PT Indonesia Power.
 |
| si Cikal dan si Bungsu di depan kantor PT Indonesia Power |
 |
| Pipa penyalur uap panas untuk PLTP |
 |
| Gerbang masuk kawasan TWA Kamojang |
 |
| Areal parkir TWA Kamojang |
Taman Wisata Alam Kamojang memiliki luas sekitar 10 hektar. Di kawasan wisata ini terdapat 23 kawah, 2 diantaranya berbentuk danau dengan asap yang mengepul ke permukaan air.
Kawah yang terkenal dan banyak dikunjungi oleh para wisatawan adalah kawah kereta api. Kawah kereta adalah kawah yang paling menarik perhatian karena uap gas yang kerluar memiliki tekanan yang sangat luar biasa (2.5 bar). Di kawah ini kita akan mendengarkan suara unik mirip kereta api yang timbul dari uap yang dikeluarkan melalui celah-celah bebatuan dari perut bumi.
 |
| Kawah Kareta Api |
 |
| Kawah Hujan |
Di Kawah Hujan, terdapat kawah yang menyemburkan uap air. Uap air ini bisa sebagai therapy sauna alami.
 |
| Therapy mandi uap di Kawah Hujan |
 |
| Selfie di Kawah Hujan |
Karena cuaca tidak memungkinkan, keburu turun hujan, jadi gak bisa lama-lama di TWA Kamojang. Padahal si Bungsu kepengin maen tenda dulu, terpaksa pulang paksa deh ...
Ini beberapa foto lain di sekitar TWA Kamojang.
 |
| sama si Cikal di depan Kawah Kereta Api |
 |
| Spot Selfie depan Kawah Kareta |
 |
| Kawah di pinggir jalan |
 |
| Bisa parkir di pinggir kawah |
Itulah keindahan dan kesejukan
Swiss van Java, selain keindahan alamnya, sekarang ini ada jembatan indah yaitu
Jembatan Ibun di Kamojang. Ketika
week end, sempatkan untuk
wisata keluarga ke Kawah Kamojang ya.